Nama : Lisa Dwi Rahmawati
NPM : 16410106
Kelas : 4C
PBSI
Memberikan
Ulasan tentang Cerpen “Gadis Kecil Beralis Tebal Bermata Cemerlang”
Karya
A Mustofa Bisri
Cerpen
yang berjudul Gadis Kecil Beralis Tebal Bermata Cemerlang ini adalah karya dari
A Mustofa Bisri. Yang bercerita mengenai pertemuan antara tokoh yang satu
dengan temannya. Tokoh Aku bertempat tinggal di kota S hendak mengunjungi
temannya yang bernama Sahlan yang tinggal di kota J. Pada saat Tokoh Aku tengah
berada di stasiun, ia melihat seorang gading kecil yang memiliki alis tebal dan
bermata cemerlang yang terus memandanginya. Sesampainya di rumah temannya,
tokoh Aku ini menceritakan kejadian tokoh Aku yang sedari tadi dipandangi oleh
seseorang gadis beralis tebal bermata cemerlang. “Ketika pertama kali aku
melihatnya, aku sudah bertanya tanya dalam hati. Aku melihatnya dari jendela
kereta api menjelang keberangkatanku dari stasiun S menuju kota J. Seorang
gadis cilik beralis tebal berdiri sendirian di peron, memandangiku.”
Setibanya
di rumah teman tokoh Aku,teman tokoh Aku mempersilahkan tokoh Aku untuk mandi
dan masuk kedalam kamar tamu yang telah disediakan, saat hendak mandi laki-laki
ini mendengar seorang gadis menyanyikan lagu india, lalu ia bertanya kepada
temannya, tetapi temannya menjawab bahwa suara itu adalah suara adik
perempuannya. Saat berada di stasiun tokoh Aku ini melihat gadis kecil yang
memiliki ciri-ciri seperti ciri-ciri dari adik perempuan temannya ini. Setelah
selesai mandi temannya mengajaknya untuk makan bersama, setelah mereka
berkumpul di meja makan, Nampak wanita disamping laki-laki teman tokoh Aku ini,
ia memiliki ciri-ciri yang sama yang tergambar dari gadis kecil beralis tebal
bermata cemerlang yang senang menyanyi lagu india ini yang dilihatnya di
stasiun. Fikir tokoh Aku, gadis ini benar adik dari temannya, dan ia sangat
kaget ketika ternyata gadis kecil beralis tebal bermata cemerlang ini adalah
istri dari Sahlan yang bernama Shakila. Tokoh Aku pun kemudian merasa telah
dibohongi oleh Sahlan, yang mengatakan bahwa itu adalah adik perempuannya dan
ternyata adalah istrinya.
Cerpen
A Mustofa Bisri yang berjudul Gadis Kecil Beralis Tebal Bermata Cemerlang ini
terdapat tiga tokoh utama yang langsung diceritakan oleh si pengarang, yaitu
tokoh Aku, Sahlan dan Shakila. Tokoh Aku merupakan tokoh utama yang sengaja
dalam cerpen dinamai Aku, aku disini langsung mengambarkan tokoh yang bercerita
atau yang tengah menceritakan kejadian dalam cerita. Yang kedua adalah tokoh
Sahlan, Sahlan merupakan tokoh kedua yang didalam cerita merupakan teman dari
tokoh Aku yang digambarkan secara langsung oleh pengarang dengan memberi nama Sahlan.
Selanjutnya adalah tokoh Shakila, Shakila adalah istri dari tokoh Sahlan atau
istri dari teman tokoh Aku yang memiliki alis tebal dan mata cemerlang serta
suka menyanyikan lagu India.
“Ketika
pertama kali aku melihatnya, aku sudah bertanya tanya dalam hati. Aku
melihatnya dari jendela kereta api menjelang keberangkatanku dari stasiun S
menuju kota J. Seorang gadis cilik beralis tebal berdiri sendirian di peron,
memandangiku. Semula aku kira dia sedang mengantar dan ingin melambai seseorang
lain orangtuanya atau saudaranya atau siapa. Tapi kulihat matanya yang
cemerlang tertuju langsung kepadaku dan hanya kepadaku. Saya membayangkan atau
mengharapkan dia tersenyum. Bila tersenyum, pasti akan semakin indah bibir
mungil itu. Tapi dia sama sekali tidak tersenyum. Hanya pandangannya saja yang
tidak terlepas dari diriku. Aku sama sekali tidak bisa menafsirkan atau sekadar
menerka nerka kehadiran dan pandangannya. Wajah manis itu tidak mengekspresikan
apa-apa.” Isi dari paragraf pertama dalam cerpen Gadis Kecil Beralis Tebal
Bermata Cemerlang ini menggambarkan tentang pertemuan tokoh Aku dengan seorang
gadis kecil yang memiliki alis tebal serta matanya terlihat cemerlang yang
memandanginya terus-menerus selama tokoh Aku berada di stasiun.
A
Mustofa Bisri dalam cerpennya ini menceritakan tentang pertemanan antara tokoh
Aku dengan temannya yang bernama Sahlan dan kisah cinta mereka berdua dengan
wanita yang ternyata mereka cintai bersama. Tetapi disini, pengarang tidak
langsung menceritakan cinta segitiga tetapi melalui alur dan isi cerita dari
cerpen menurut pendapat saya, cerpen ini bberisikan kisah cinta segitiga yang
tidak diketahui sebelumnya oleh tokoh-tokoh dalam cerita tersebut.
“Kok
sepi? Kau sendiri ya?!” tanyaku ketika dia mengantarku ke kamar mandinya.
“Ya,
bapak dan ibu sedang mudik ke M. Aku sendirian dengan adikku, jaga rumah.”
Dari
kutipan diatas, Nampak bahwa tokoh Sahlan ini mengatakan kepada tokoh Aku
tentang istrinya itu sebagai adiknya, sehingga membuat tokoh Aku berfikir bahwa
yang dimaksud adik adalah adik kandung. Ternyata semua hanyalah kata kiasan,
adik yang dimaksud adalah istri.
“O
ya, kenalkan dulu, ini Shakila,” katanya sambil melirik perempuan bermata cemerlang
di sampingnya, “Adikku. Adik ketemu gede, ha-ha. Istriku tercinta!” Deg. Ada
sesuatu seperti memalu dadaku. Ternyata istrinya. Asem, kau Sahlan, batinku.
Dari
salah satu kutipan diatas ini, membuktikan bahwa Sahlan mengiaskan istrinya
dengan kata adik perempuan. Mungkin
untuk di daerah Jawa atau di daerah tertentu pasangan suami istri itu
mengibaratkan seperti kakak dan adik,
Hikmah
dan pelajaran yang dapat diambil dari cerpen ini adalah bahwa sesuatu itu bisa
saja terjadi, dan jangan mudah menyimpulkan sesuatu. Cerpen ini menggunakan
bahasa yang lugas namun diselingi bahasa kiasan. Bagus dan cukup enarik untuk
dibaca.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar