Senin, 02 April 2018

Mengulas Cerpen


Nama   : Lisa Dwi Rahmawati
NPM   : 16410106
Kelas   : 4C PBSI

Memberikan Ulasan tentang Cerpen “Gadis Kecil Beralis Tebal Bermata Cemerlang”
Karya A Mustofa Bisri

Cerpen yang berjudul Gadis Kecil Beralis Tebal Bermata Cemerlang ini adalah karya dari A Mustofa Bisri. Yang bercerita mengenai pertemuan antara tokoh yang satu dengan temannya. Tokoh Aku bertempat tinggal di kota S hendak mengunjungi temannya yang bernama Sahlan yang tinggal di kota J. Pada saat Tokoh Aku tengah berada di stasiun, ia melihat seorang gading kecil yang memiliki alis tebal dan bermata cemerlang yang terus memandanginya. Sesampainya di rumah temannya, tokoh Aku ini menceritakan kejadian tokoh Aku yang sedari tadi dipandangi oleh seseorang gadis beralis tebal bermata cemerlang. “Ketika pertama kali aku melihatnya, aku sudah bertanya tanya dalam hati. Aku melihatnya dari jendela kereta api menjelang keberangkatanku dari stasiun S menuju kota J. Seorang gadis cilik beralis tebal berdiri sendirian di peron, memandangiku.”
Setibanya di rumah teman tokoh Aku,teman tokoh Aku mempersilahkan tokoh Aku untuk mandi dan masuk kedalam kamar tamu yang telah disediakan, saat hendak mandi laki-laki ini mendengar seorang gadis menyanyikan lagu india, lalu ia bertanya kepada temannya, tetapi temannya menjawab bahwa suara itu adalah suara adik perempuannya. Saat berada di stasiun tokoh Aku ini melihat gadis kecil yang memiliki ciri-ciri seperti ciri-ciri dari adik perempuan temannya ini. Setelah selesai mandi temannya mengajaknya untuk makan bersama, setelah mereka berkumpul di meja makan, Nampak wanita disamping laki-laki teman tokoh Aku ini, ia memiliki ciri-ciri yang sama yang tergambar dari gadis kecil beralis tebal bermata cemerlang yang senang menyanyi lagu india ini yang dilihatnya di stasiun. Fikir tokoh Aku, gadis ini benar adik dari temannya, dan ia sangat kaget ketika ternyata gadis kecil beralis tebal bermata cemerlang ini adalah istri dari Sahlan yang bernama Shakila. Tokoh Aku pun kemudian merasa telah dibohongi oleh Sahlan, yang mengatakan bahwa itu adalah adik perempuannya dan ternyata adalah istrinya.
Cerpen A Mustofa Bisri yang berjudul Gadis Kecil Beralis Tebal Bermata Cemerlang ini terdapat tiga tokoh utama yang langsung diceritakan oleh si pengarang, yaitu tokoh Aku, Sahlan dan Shakila. Tokoh Aku merupakan tokoh utama yang sengaja dalam cerpen dinamai Aku, aku disini langsung mengambarkan tokoh yang bercerita atau yang tengah menceritakan kejadian dalam cerita. Yang kedua adalah tokoh Sahlan, Sahlan merupakan tokoh kedua yang didalam cerita merupakan teman dari tokoh Aku yang digambarkan secara langsung oleh pengarang dengan memberi nama Sahlan. Selanjutnya adalah tokoh Shakila, Shakila adalah istri dari tokoh Sahlan atau istri dari teman tokoh Aku yang memiliki alis tebal dan mata cemerlang serta suka menyanyikan lagu India.
“Ketika pertama kali aku melihatnya, aku sudah bertanya tanya dalam hati. Aku melihatnya dari jendela kereta api menjelang keberangkatanku dari stasiun S menuju kota J. Seorang gadis cilik beralis tebal berdiri sendirian di peron, memandangiku. Semula aku kira dia sedang mengantar dan ingin melambai seseorang lain orangtuanya atau saudaranya atau siapa. Tapi kulihat matanya yang cemerlang tertuju langsung kepadaku dan hanya kepadaku. Saya membayangkan atau mengharapkan dia tersenyum. Bila tersenyum, pasti akan semakin indah bibir mungil itu. Tapi dia sama sekali tidak tersenyum. Hanya pandangannya saja yang tidak terlepas dari diriku. Aku sama sekali tidak bisa menafsirkan atau sekadar menerka nerka kehadiran dan pandangannya. Wajah manis itu tidak mengekspresikan apa-apa.” Isi dari paragraf pertama dalam cerpen Gadis Kecil Beralis Tebal Bermata Cemerlang ini menggambarkan tentang pertemuan tokoh Aku dengan seorang gadis kecil yang memiliki alis tebal serta matanya terlihat cemerlang yang memandanginya terus-menerus selama tokoh Aku berada di stasiun.
A Mustofa Bisri dalam cerpennya ini menceritakan tentang pertemanan antara tokoh Aku dengan temannya yang bernama Sahlan dan kisah cinta mereka berdua dengan wanita yang ternyata mereka cintai bersama. Tetapi disini, pengarang tidak langsung menceritakan cinta segitiga tetapi melalui alur dan isi cerita dari cerpen menurut pendapat saya, cerpen ini bberisikan kisah cinta segitiga yang tidak diketahui sebelumnya oleh tokoh-tokoh dalam cerita tersebut.
“Kok sepi? Kau sendiri ya?!” tanyaku ketika dia mengantarku ke kamar mandinya.
“Ya, bapak dan ibu sedang mudik ke M. Aku sendirian dengan adikku, jaga rumah.”
Dari kutipan diatas, Nampak bahwa tokoh Sahlan ini mengatakan kepada tokoh Aku tentang istrinya itu sebagai adiknya, sehingga membuat tokoh Aku berfikir bahwa yang dimaksud adik adalah adik kandung. Ternyata semua hanyalah kata kiasan, adik yang dimaksud adalah istri.
“O ya, kenalkan dulu, ini Shakila,” katanya sambil melirik perempuan bermata cemerlang di sampingnya, “Adikku. Adik ketemu gede, ha-ha. Istriku tercinta!” Deg. Ada sesuatu seperti memalu dadaku. Ternyata istrinya. Asem, kau Sahlan, batinku.
Dari salah satu kutipan diatas ini, membuktikan bahwa Sahlan mengiaskan istrinya dengan kata adik  perempuan. Mungkin untuk di daerah Jawa atau di daerah tertentu pasangan suami istri itu mengibaratkan seperti kakak dan adik,  
Hikmah dan pelajaran yang dapat diambil dari cerpen ini adalah bahwa sesuatu itu bisa saja terjadi, dan jangan mudah menyimpulkan sesuatu. Cerpen ini menggunakan bahasa yang lugas namun diselingi bahasa kiasan. Bagus dan cukup enarik untuk dibaca.



Tidak ada komentar:

Posting Komentar