Jangan pernah minder jadi anak “Bahasa dan Sastra Indonesia” π. Kalimat tersebutlah yang selalu saya
jadikan prinsip ketika bertemu dengan teman mahasiswa saya yang berbeda
jurusan. Terkadang orang-orang menganggap bahwa jurusan Pendidikan Bahasa dan
Sastra Indonesia (PBSI) adalah jurusan yang menjadi pilihan terakhir
ketika tidak memenuhi kriteria jurusan lain, tak terkecuali banyak kerabat,
teman, keluarga saya yang menanyakan “Masuk jurusan apa?” dan ketika saya
menjawab “Jurusan Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia” mereka tak
sedikit yang menganggap bahwa “Jurusan Bahasa tidak perlu belajar, karena mudah
dan semua orang bisa masuk dijurusan itu”, disini banyak yang meremehkan
anak bahasa.. Tetapi faktanya itu semua TIDAK BENAR, jurusan bahasa bukanlah
jurusan yang bisa dianggap sebelah mata, jika banyak orang beranggapan bahasa
Indonesia itu mudah, mereka salah. Jurusan bahasa dan sastra Indonesia
mempelajari tak hanya bahasa dan sastra saja, tetapi didalamnya dipelajari dari
dasar-dasar dalam berbahasa, yaitu seperti fonologi, linguistic, menyimak,
berbicara, menulis dan masih banyak lagi.
Bahasa berprinsip pada ilmu yang memiliki
jawaban tidak pasti, tidak pasti disini bukan berarti bahasa itu bukan ilmu
penting atau bahasa itu ilmu yang memiliki jawaban bisa dengan mudah dianggap
remeh. Bahasa mempunyai pilihan jawaban yang beranekaragam, bahasa itu indah,
bukan ilmu pasti, perlu kecerdasan tersendiri untuk menggunakannya. Berbeda
dengan fisika atau matematika yang memiliki jawaban pasti terhadap semua
pertanyaannya, sehingga dengan mudah mengerjakannya jika menguasai
rumus-rumusnya.π
Beralih dari opini tersebut, anak Bahasa dan Sastra Indonesia memiliki kelebihan dan keunikan tersendiri dibanding jurusan lainnya. Karena sastra bukan ilmu pasti, mahasiswa sastra terdidik jadi pribadi yang luwes dan berfikir terbuka. anak sastra tidak perlu berhafal rumus yang rumit seperti anak matematika ataupun fisika, karena sastra itu berpandangan relatif, misalnya frasa "kupu-kupu malam" bisa berarti kupu-kupu yang muncul pada malam hari, bisa juga berarti wanita malam. Karena didalam bahasa dipelajari majas dan perumpamaan. Selain itu, anak sastra adalah orang-orang unik yang mampu menikmati hidup dengan caranya sendiri. Gimana gak unik? kalau mereka saja bisa membaca novel diatas genteng atau dimanapun, dan mampu menciptakan karya sastra. Kelebihan yang lainnya, ilmu sastra yang luas menjadikan anak sastra tak akan kehabisan cerita, karena anak sastra kreatif dan haus berkarya. Selain itu, mereka puitis dan romantis (soal PDKT anak sastra jagonyaπππ hehehe). Masalah masa depan pun anak Bahasa dan Sastra Indonesia tidak bisa diremehkan, karena mereka merupakan calon ahli sastra, mereka bisa menjadi pendidik, penulis, penyair, sastrawan, dan masih banyak lagi. Jadi mulai sekarang jangan pernah meremehkan dan minder dengan jurusan Bahasa dan Sastra Indonesia.π
- (Oleh: Lisa Dwi Rahmawati)
Beralih dari opini tersebut, anak Bahasa dan Sastra Indonesia memiliki kelebihan dan keunikan tersendiri dibanding jurusan lainnya. Karena sastra bukan ilmu pasti, mahasiswa sastra terdidik jadi pribadi yang luwes dan berfikir terbuka. anak sastra tidak perlu berhafal rumus yang rumit seperti anak matematika ataupun fisika, karena sastra itu berpandangan relatif, misalnya frasa "kupu-kupu malam" bisa berarti kupu-kupu yang muncul pada malam hari, bisa juga berarti wanita malam. Karena didalam bahasa dipelajari majas dan perumpamaan. Selain itu, anak sastra adalah orang-orang unik yang mampu menikmati hidup dengan caranya sendiri. Gimana gak unik? kalau mereka saja bisa membaca novel diatas genteng atau dimanapun, dan mampu menciptakan karya sastra. Kelebihan yang lainnya, ilmu sastra yang luas menjadikan anak sastra tak akan kehabisan cerita, karena anak sastra kreatif dan haus berkarya. Selain itu, mereka puitis dan romantis (soal PDKT anak sastra jagonyaπππ hehehe). Masalah masa depan pun anak Bahasa dan Sastra Indonesia tidak bisa diremehkan, karena mereka merupakan calon ahli sastra, mereka bisa menjadi pendidik, penulis, penyair, sastrawan, dan masih banyak lagi. Jadi mulai sekarang jangan pernah meremehkan dan minder dengan jurusan Bahasa dan Sastra Indonesia.π
- (Oleh: Lisa Dwi Rahmawati)