Senin, 25 Desember 2017

UAS SBM Kelas 3C Tahun Ajaran 2017/2018

Bapak, Saya Lisa Dwi Rahmawati, NPM 16410106, Kelas 3C PBSI. Berikut ini saya lampirkan hasil pengerjaan UAS saya, silahkan klik link di bawah ini :
http://bit.ly/2BS1KqY 

Jumat, 24 November 2017

Tugas UTS SBM

Berikut ini merupakan jawaban UTS mata kuliah Sumber Belajar dan Media Pembelajaran UTS_PBSI_3C

Minggu, 02 Juli 2017

Bangga Menjadi Anak Bahasa dan Sastra Indonesia




Jangan pernah minder jadi anak “Bahasa dan Sastra Indonesia” πŸ‘Š. Kalimat tersebutlah yang selalu saya jadikan prinsip ketika bertemu dengan teman mahasiswa saya yang berbeda jurusan. Terkadang orang-orang menganggap bahwa jurusan Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia (PBSI) adalah jurusan  yang menjadi pilihan terakhir ketika tidak memenuhi kriteria jurusan lain, tak terkecuali banyak kerabat, teman, keluarga saya yang menanyakan “Masuk jurusan apa?” dan ketika saya menjawab “Jurusan Pendidikan  Bahasa dan Sastra Indonesia” mereka tak sedikit yang menganggap bahwa “Jurusan Bahasa tidak perlu belajar, karena mudah dan semua orang  bisa masuk dijurusan itu”, disini banyak yang meremehkan anak bahasa.. Tetapi faktanya itu semua TIDAK BENAR, jurusan bahasa bukanlah jurusan yang bisa dianggap sebelah mata, jika banyak orang beranggapan bahasa Indonesia itu mudah, mereka salah. Jurusan bahasa dan sastra Indonesia mempelajari tak hanya bahasa dan sastra saja, tetapi didalamnya dipelajari dari dasar-dasar dalam berbahasa, yaitu seperti fonologi, linguistic, menyimak, berbicara, menulis dan masih banyak lagi.

Bahasa berprinsip pada ilmu yang memiliki jawaban tidak pasti, tidak pasti disini bukan berarti bahasa itu bukan ilmu penting atau bahasa itu ilmu yang memiliki jawaban bisa dengan mudah dianggap remeh. Bahasa mempunyai pilihan jawaban yang beranekaragam, bahasa itu indah, bukan ilmu pasti, perlu kecerdasan tersendiri untuk menggunakannya. Berbeda dengan fisika atau matematika yang memiliki jawaban pasti terhadap semua pertanyaannya, sehingga dengan mudah mengerjakannya jika menguasai rumus-rumusnya.πŸ˜‰

Beralih dari opini tersebut, anak Bahasa dan Sastra Indonesia memiliki kelebihan dan keunikan tersendiri dibanding jurusan lainnya. Karena sastra bukan ilmu pasti, mahasiswa sastra terdidik jadi pribadi yang luwes dan berfikir terbuka. anak sastra tidak perlu berhafal rumus yang rumit seperti anak matematika ataupun fisika, karena sastra itu berpandangan relatif, misalnya frasa "kupu-kupu malam" bisa berarti kupu-kupu yang muncul pada malam hari, bisa juga berarti wanita malam. Karena didalam bahasa dipelajari majas dan perumpamaan. Selain itu, anak sastra adalah orang-orang unik yang mampu menikmati hidup dengan caranya sendiri. Gimana gak unik? kalau mereka saja bisa membaca novel diatas genteng atau dimanapun, dan mampu menciptakan karya sastra. Kelebihan yang lainnya, ilmu sastra yang luas menjadikan anak sastra tak akan kehabisan cerita, karena anak sastra kreatif dan haus berkarya. Selain itu, mereka puitis dan romantis (soal PDKT anak sastra jagonyaπŸ˜‰πŸ˜‰πŸ˜‰ hehehe). Masalah masa depan pun anak Bahasa dan Sastra Indonesia tidak bisa diremehkan, karena mereka merupakan calon ahli sastra, mereka bisa menjadi pendidik, penulis, penyair, sastrawan, dan masih banyak lagi. Jadi mulai sekarang jangan pernah meremehkan dan minder dengan jurusan Bahasa dan Sastra Indonesia.πŸ‘Œ 
- (Oleh: Lisa Dwi Rahmawati)





Jumat, 28 April 2017

Puisi (Karya: Lisa Dwi Rahmawati)



Selamat Memperingati Hari Puisi Nasional
Menulislah! 
Berkaryalah!

Kepadamu, Tuan
LDR

Sudahkah kau anggap semua indah negeri subur ini, Tuan
Ataukah indah hanya kata kiasan
Kau pernah melihat kami, Tuan?
Tidak pernah bukan?
Aku rindu pertama kau kenalkan janji manismu

Sudahkah kau anggap semua sejalan, Tuan
Panas, dan hujan di bumi pertiwi
Bukankah kita bersama merasakan
Tapi mengapa kaca kau biarkan hitam
Sengsara kau biarkan begitu saja

Sudahkah kau rasa semua adil, Tuan
Jika hukum hanya formalitas semata
Lebih baik sudahi saja semua drama
Dan apalah gunanya kedua telinga
Apabila telinga hanya menampung satu suara

Kepadamu aku tak ingin seperti ini, Tuan
Bukan ini, bukan ini yang ingin ku utarakan
Aku hanya ingin negeri  kita baik-baik saja
Kebersamaan yang  bukan hanya sebuah pencitraan
Bersama yang berarti mengokohkan
Saling menuntun, bukan saling menjatuhkan
                                    (Semarang, 27 April 2017)

Minggu, 23 April 2017

Semarak Kartini 2017, Universitas PGRI Semarang



Jumat,21 April 2017 merupakan peringatan Hari Kartini. Pada hari tersebut Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Pendidikan Bahasa dan Seni (BEM FPBS) Universitas PGRI Semarang  menyelenggarakan Semarak Kartini dengan tema “Perempuan Berkarya” yang diikuti oleh seluruh mahasiswa FPBS yang didalamnya dari PBSI,PBI dan PBSD. Selain itu acara tersebut juga diikuti oleh seluruh dosen FPBS, bersama Wakil Wali Kota Semarang dan Pusat Kependudukan, Perempuan dan Perlindungan Anak (PKPPA) serta dihadiri oleh Puteri Indonesia Favorit Jawa Tengah 2017.

    Acara tersebut dibuka dengan penampilan akustik oleh mahasiswa PBI, yang dilanjutkan dengan penampilan akustik dari mahasiswa PBSI, serta demo produk dari beberapa sponsor, kemudian dilanjutkan hiburan yang diisi dengan Tari Kreasi mahasiswa PBSD yang juga pekan lalu mendapatkan juara, disambung sambutan dari Ketua Panitia,Sambutan dari Wakil Wali kota Semarang, sambutan dari Rektor Universitas PGRI Semarang dan membuka acara Semarak Kartini, Menyanyikan lagu Indonesia Raya, serta dilanjutkan dengan menyanyikan lagu Ibu Kita Kartini. Selain itu pengumuman tiga juara melukis sketsa karikatur gambar Kartini.

      Memasuki acara inti adalah Talkshow yang diisi dengan tiga narasumber yaitu Wakil wali kota Semarang (Ir.Hevearita Gunaryanti R), Ibu Rumah Tangga yang mandiri (Ibu Diah), serta Puteri Indonesia Favorit 2017 Jawa Tengah (Megawati Prabowo). Acara selanjutnya adalah pemilihan Putri Kartini 2017 yang didalamnya peserta dari mahasiswa Fakultas Pendidikan Bahasa dan Seni.

     Pada sesi pertama peserta Putri Kartini dipilih 10 besar putri kartini dari 21 Finalis puteri kartini 2017, sesi selanjutnya Pemilihan 5 besar putri kartini dari 10 Finalis puteri kartini 2017, dan dilanjutkan dengan terpilihnya 3 Puteri yang menjadi Puteri Kartini 2017, Puteri Persahabatan, dan Puteri terfavorit. 

                                                                      Talkshow

                                                         Juara sketsa gambar Kartini

                    Pengumuman Juara Putri Kartini 2017, Putri Favorit, dan Putri persahabatan

Penutupan ditutup dengan foto bersama 21 finalis Putri Kartini.


Adapun beberapa foto saya beserta teman-teman yang sangat antusias mengikuti acara Semarak Kartini 2017.



Sabtu, 04 Maret 2017

Kumpulan Puisi Chairil Anwar


Kumpulan Puisi Karya Chairil Anwar


AKU

Karya: Chairil Anwar

Kalau sampai waktuku
‘Ku mau tak seorang ‘kan merayu
Tidak juga kau
Tak perlu sedu sedan itu
Aku ini binatang jalang
Dari kumpulannya terbuang
Biar peluru menembus kulitku
Aku tetap meradang menerjang
Luka dan bisa kubawa berlari
Berlari
Hingga hilang pedih perih
Dan akan lebih tidak peduli
Aku mau hidup seribu tahun lagi


Derai-derai Cemara

Karya: Chairil Anwar

Cemara menderai sampai jauh
terasa hari akan jadi malam
ada beberapa dahan di tingkap merapuh
dipukul angin yang terpendam
Aku sekarang orangnya bisa tahan
sudah berapa waktu bukan kanak lagi
tapi dulu memang ada suatu bahan
yang bukan dasar perhitungan kini
Hidup hanya menunda kekalahan
tambah terasing dari cinta sekolah rendah
dan tahu, ada yang tetap tidak diucapkan
sebelum pada akhirnya kita menyerah


Tuti Artic

Karya: Chairil Anwar

Antara bahagia sekarang dan nanti jurang ternganga,
adikku yang lagi keenakan menjilat es artic;
sore ini kau cintaku, kuhiasi dengan susu + coca cola
isteriku dalam latihan; kita hentikan jam berdetik.
Kau pintar benar bercium, ada goresan tinggal terasa
-ketika kita bersepeda kuantar kau pulang -
panas darahmu, sungguh lekas kau jadi dara,
mimpi tua bangka ke langit lagi menjulang.
Pilihanmu saban hari menjemput, saban kali bertukar;
Besok kita berselisih jalan, tidak kenal tahu:
Sorga hanya permainan sebentar.
Aku juga seperti kau, semua lekas berlalu
Aku dan Tuti + Greet + Amoi… hati terlantar,


Lagu Siul

Karya: Chairil Anwar

Laron pada mati
Terbakar di sumbu lampu
Aku juga menemu
Ajal di cerlang caya matamu
Heran! Ini badan yang selama berjaga


Tak Sepadan

Karya: Chairil Anwar

Aku kira:
Beginilah nanti jadinya
Kau kawin, beranak dan berbahagia
Sedang aku mengembara serupa Ahasveros
Dikutuk-sumpahi Eros
Aku merangkaki dinding buta
Tak saru juga pintu terbuka
Jadi baik juga kita padami
Unggunan api ini
Karena kau tidak ‘kan apa-apa
Aku terpanggang tinggal rangga
Habis hangus di api matamu
‘Ku kayak tidak tahu saja
Cinta adalah bahaya yang lekas jadi pudar.


Cintaku Jauh di Pulau

Karya: Chairil Anwar

Cintaku jauh di pulau
Gadis manis, sekarang iseng sendiri
Perahu melancar, bulan memancar
di leher kukalungkan ole-ole buat si pacar
angin membantu, laut terang, tapi terasa
aku tidak ‘kan sampai padanya
Di air yang tenang, di angin mendayu
di perasaan penghabisan segala melaju
Ajal bertakhta, sambil berkata:
“Tujukan perahu ke pangkuanku saja.”
Amboi! Jalan sudah bertahun kutempuh!
Perahu yang bersama ‘kan merapuh
Mengapa Ajal memanggil dulu
Sebelum sempat berpeluk dengan cintaku?!
Manisku jauh di pulau,
kalau ‘ku mati, dia mati iseng sendiri.


Sajak Putih

Karya: Chairil Anwar

Bersandar pada tari warna pelangi
Kau depanku bertudung sutra senja
Di hitam matamu kembang mawar dan melati
Harum rambutmu mengalun bergelut senda
Sepi menyanyi, malam dalam mendoa tiba
Meriak muka air kolam jiwa
Dan dalam dadaku memerdu lagu
Menarik menari seluruh aku
Hidup dari hidupku, pintu terbuka
Selama matamu bagiku menengadah
Selama kau darah mengalir dari luka
Antara kita Mati datang tidak membelah…


Prajurit Jaga Malam

Karya: Chairil Anwar

Waktu jalan. Aku tidak tahu apa nasib waktu ?
Pemuda-pemuda yang lincah yang tua-tua keras,
bermata tajam
Mimpinya kemerdekaan bintang-bintangnya
kepastian ada di sisiku selama menjaga daerah mati ini
Aku suka pada mereka yang berani hidup
Aku suka pada mereka yang masuk menemu malam
Malam yang berwangi mimpi, terlucut debu
Waktu jalan. Aku tidak tahu apa nasib waktu!


Yang Terampas Dan Yang Terputus

Karya: Chairil Anwar

Kelam dan angin lalu mempesiang diriku,
Menggigir juga ruang di mana dia yang kuingin,
Malam tambah merasuk, rimba jadi semati tugu
Di Karet, di Karet (daerahku y.a.d) sampai juga deru dingin
Aku berbenah dalam kamar, dalam diriku jika kau datang dan aku bisa lagi lepaskan kisah baru padamu;
Tapi kini hanya tangan yang bergerak lantang
Tubuhku diam dan sendiri, cerita dan peristiwa berlalu beku.


Rumahku

Karya: Chairil Anwar

Rumahku dari unggun-timbun sajak
Kaca jernih dari luar segala nampak
Kulari dari gedong lebar halaman
Aku tersesat tak dapat jalan
Kemah kudirikan ketika senjakala
Di pagi terbang entah ke mana
Rumahku dari unggun-timbun sajak
Di sini aku berbini dan beranak
Rasanya lama lagi, tapi datangnya datang
Aku tidak lagi meraih petang
Biar berleleran kata manis madu
Jika menagih yang satu


Senja Di Pelabuhan Kecil

Karya: Chairil Anwar

Ini kali tidak ada yang mencari cinta
di antara gudang, rumah tua, pada cerita
tiang serta temali. Kapal, perahu tiada berlaut
menghembus diri dalam mempercaya mau berpaut
Gerimis mempercepat kelam. Ada juga kelepak elang
menyinggung muram, desir hari lari berenang
menemu bujuk pangkal akanan. Tidak bergerak
dan kini tanah dan air tidur hilang ombak.
Tiada lagi. Aku sendiri. Berjalan
menyisir semenanjung, masih pengap harap
sekali tiba di ujung dan sekalian selamat jalan
dari pantai keempat, sedu penghabisan bisa terdekap


Malam

Karya: Chairil Anwar

Mulai kelam
belum buntu malam
kami masih berjaga
Thermopylae?
jagal tidak dikenal?
tapi nanti
sebelum siang membentang
kami sudah tenggelam hilang


Malam Di Pegunungan

Karya: Chairil Anwar

Aku berpikir: Bulan inikah yang membikin dingin,
Jadi pucat rumah dan kaku pohonan?
Sekali ini aku terlalu sangat dapat jawab kepingin:
Eh, ada bocah cilik main kejaran dengan bayangan!


Krawang – Bekasi

Karya: Chairil Anwar

Kami yang kini terbaring antara Krawang-Bekasi
tidak bisa teriak “Merdeka” dan angkat senjata lagi.
Tapi siapakah yang tidak lagi mendengar deru kami,
terbayang kami maju dan mendegap hati ?
Kami bicara padamu dalam hening di malam sepi
Jika dada rasa hampa dan jam dinding yang berdetak
Kami mati muda. Yang tinggal tulang diliputi debu.
Kenang, kenanglah kami.
Kami sudah coba apa yang kami bisa
Tapi kerja belum selesai, belum bisa memperhitungkan arti 4-5 ribu nyawa
Kami cuma tulang-tulang berserakan
Tapi adalah kepunyaanmu
Kaulah lagi yang tentukan nilai tulang-tulang berserakan
Atau jiwa kami melayang untuk kemerdekaan kemenangan dan harapan
atau tidak untuk apa-apa,
Kami tidak tahu, kami tidak lagi bisa berkata
Kaulah sekarang yang berkata
Kami bicara padamu dalam hening di malam sepi
Jika ada rasa hampa dan jam dinding yang berdetak
Kenang, kenanglah kami
Teruskan, teruskan jiwa kami
Menjaga Bung Karno
menjaga Bung Hatta
menjaga Bung Sjahrir
Kami sekarang mayat
Berikan kami arti
Berjagalah terus di garis batas pernyataan dan impian
Kenang, kenanglah kami
yang tinggal tulang-tulang diliputi debu
Beribu kami terbaring antara Krawang-Bekasi


Hampa

Karya: Chairil Anwar

Sepi di luar. Sepi menekan mendesak.
Lurus kaku pohonan. Tak bergerak
Sampai ke puncak. Sepi memagut,
Tak satu kuasa melepas-renggut
Segala menanti. Menanti. Menanti.
Sepi.
Tambah ini menanti jadi mencekik
Memberat-mencekung punda
Sampai binasa segala. Belum apa-apa
Udara bertuba. Setan bertempik
Ini sepi terus ada. Dan menanti.


Doa

Karya: Chairil Anwar

kepada pemeluk teguh
Tuhanku
Dalam termangu
Aku masih menyebut namamu
Biar susah sungguh
mengingat Kau penuh seluruh
cahyaMu panas suci
tinggal kerdip lilin di kelam sunyi


Tuhanku

Karya: Chairil Anwar

aku hilang bentuk
remuk
Tuhanku
aku mengembara di negeri asing
Tuhanku
di pintuMu aku mengetuk
aku tidak bisa berpaling
13 November 1943


Diponegoro

Karya: Chairil Anwar

Di masa pembangunan ini
tuan hidup kembali
Dan bara kagum menjadi api
Di depan sekali tuan menanti
Tak gentar. Lawan banyaknya seratus kali.
Pedang di kanan, keris di kiri
Berselempang semangat yang tak bisa mati.

MAJU

Karya: Chairil Anwar

Ini barisan tak bergenderang-berpalu
Kepercayaan tanda menyerbu.
Sekali berarti
Sudah itu mati.
MAJU
Bagimu Negeri
Menyediakan api.
Punah di atas menghamba
Binasa di atas ditindas
Sesungguhnya jalan ajal baru tercapai
Jika hidup harus merasai
Maju
Serbu
Serang
Terjang

Pengertian Puisi, Jenis-jenis Puisi, Ciri-ciri Puisi

  1. Pengertian Puisi Menurut Para Ahli
    Menurut Sumardi, puisi merupakan karya sastra dengan bahasa yang dipersingkat, dipadatkan bahasanya dan diberi irama sesuai bunyi yang padu dengan pemilihan kata kiasan yang bersifat imajinatif.
    Menurut Herman Waluyo, menyebut bahwa pengertian puisi merupakan karya sastra tertulis yang paling awal ditulis manusia dalam sejarah.
    Menurut Thomas Carlye "Pengertian puisi adalah ungkapan pikiran yang disampaikn secara musikalisasi".

    Berdasarkan pengertian puisi menurut para ahli di atas, dapat kita simpulkan bahwa pengertian puisi secara umum adalah sebuah karya sastra yang mengandung unsur irama, ritma, diksi, llirik dan menggunakan kata  dalam setiap baitnya untuk menciptakan estetika bahasa yang padu.

     2.  Jenis-jenis Puisi
      
    Puisi Baru dan Puisi Lama

Puisi Baru
Puisi terbagi menjadi dua jenis, Pengertian Puisi Baru adalah jenis puisi yang tidak lagi terikat oleh aturan yang memiliki bentuk lebih bebas dari puisi lama dalam segala hal seperti rima, baris, bait, diksi dan sebagainya.

Ciri-Ciri Puisi Baru

Bersifat simetris atau memiliki bentuk rapih.
Memiliki sajak yang teratur.
Lebih menggunakan sajak syair, atau pola pantun.
Umumnya berbentuk empat seuntai.
Terdiri dari kesatuan sintaksis (gatra).
Disetiap gatara terdiri dari 4 sampai 5 suku kata.

Jenis-Jenis Puisi Baru
Puisi baru sendiri dapat dikatogerikan menjadi 2 macam yakni berdasarkan isi dan berdasarkan bentuk:
Jenis-Jenis Puisi Baru Berdasarkan Isinya

Balada: adalah puisi yang berisi tentang sebuah cerita atau kisah.
Himne: adalah puisi pujian atau pujuaan yang ditujukan kepada Tuhan, Negara, atau sesuatu yang dianggap begitu penting dan sakral.
Romansa: adalah puisi yang mengungkapkan perasaan yang umunya menimbulkan efek romantisme.
Ode: adalah puisi yang bersifat memberikan sanjungan kepada orang yang sangat berjasa. Umumnya ode diberikan kepada orang tua, pahlawan, dan orang orang besar.
Epigram adalah puisi yang berisi tuntunan atau ajaran hidup. Epigram berarti unsur pengajaran; didaktik; nasihat membawa ke arah kebenaran untuk dijadikan pedoman, ikhtibar; ada teladan.
Elegi: adalah puisi yang mengungkapkan kesedihan atau tangisan berupa ratapan diri sendiri, atau meratapi suatu peristiwa.
Satire: adalah puisi yang didalamnya mengandung unsur sindiran atau kritikan terhadap seseorang atau sesuatu.

Jenis-Jenis Puisi Baru Berdasarkan Bentuknya

Distikon: adalah puisi dimana hanya terdapat dua baris saja pada setiap baitnya atau sering disebut puisi dua seuntai.
Terzina: adalah puisi yang memiliki tiga baris dalam setiap baitnya atau disebut puisi tiga seuntai.
Kuatrain: adalah puisi dimana terdapat empat baris kalimat disetiap baitnya atau disebut dengan puisi empat seuntai.
Kuint: adalah puisi yang memiliki lima baris kalimat dalam setiap baitnya atau di sebut puisi lima seuntai.
Sektet: adalah puisi yang memiliki enam baris kalimat di setiap baitnya atau dsebut puisi enam seuntai.
Septime: adalah puisi yang memiliki tujuh baris kalimat di setiap baitnya atau disebut dengan puisi tujuh seuntai.
Oktaf: adalah puisi yang memiliki delapan baris kalimat di setiap baitnya atau disebut dengan puisi delapan seuntai.
Soneta: Soneta merupakan puisi paling terkenal di kalangan penyair karena terkesan susah untuk diciptakan dan merupakan sebuah tantangan bagi seorang penyair. Soneta sendiri erupakan jenis buisi baru yang memiliki empat belas baris kalimat yang terbagi menjadi empat bait dimana dua bait pertama mengandung empat baris dan dua baris terakhir mengandung tiga baris.


Puisi Lama
Pengertian puisi lama adalah jenis puisi yang masih terikat erat dengan kaidah dan aturan-aturan penulisan yang berlaku seperti:

Jumlah kata yang terdapat pada satu baris.
Jumlah baris kalimat yang terdapat dalam satu bait.
Sajak atau rima.
Banyaknya suku kata.
Penggunaan irama.

Ciri-Ciri Puisi Lama
Puisi lama memiliki ciri-ciri sebagai berikut:

Tidak diketahui siapakah nama pengarang dari puisi tersebut.
Merupakan sastra lisan karena disampaikan dan diajarkan dari mulut ke mulut.
Sangat terikat dengan kaidah dan aturan-aturan yang masih berlaku seperti gaya bahasa, diksi, rima, intonasi dan sebagainya.

Jenis-Jenis Puisi Lama

Mantra: adalah ucapan yang dianggap sakral dan memiliki kekuatan gaib, umumnya antra digunakan dalam upacara tertentu seperti mantra yang digunakan untuk menolak datangnya hujan dan sebaliknya.
Pantun: adalah jenis puisi lama yang masih bertahan sampai sekarang ini. puisi ini memiliki sajak a-a-a-a atau a-b-a-b yang setiap baitnya terdiri dari empat atau delapan baris. Pantun dapat bedakan berdasarkan temanya yakni: pantun jenaka, Pantun anak, Pantun kehidupan dan sebagainya. 
Talibun: adalah pantun yang memiliki jumlah baris yang selalu genap dalam setiap baitnya. biasanya terdiri dari enam, delapan, sepuluh baris maupun kelipatan dua lainnya.
Syair: adalah puisi atau karya sastra dari arab yang memiliki sajak a-a-a-a. Biasanya syair menceritakan sebuah kisah dan didalamnya akan terkadung amanat.
Karmina: adalah pantun yang sangat pendek atau biasa disebut dengan pantun kilat.
Gurindam: adalah puisi yang hanya terdapat dua baris kalimat saja dalam setiap baitnya, memiliki sajak a-a-a-a dan memiliki nasehat atau amanat.