SAYU
KEMBANG LAYU
Karya Lisa Dwi Rahmawati
BERATAPKAN LANGIT, DI
RUANG TAK BERDINDING DENGAN ALAS TANAH DENGAN SEDIKIT BUNGA-BUNGA IKUT
MENGHIASI. SAYA DUDUK DIATAS BANGKU KAYU, DENGAN PEMANDANGAN ORANG-ORANG
RIWA-RIWI KESANA-KEMARI. RUANG INI SANGAT LUAS, KADANG MENJADI TEMPAT DUA ORANG
MUDA-MUDI BERKENCAN ATAU SEKEDAR TEMPAT ORANG-ORANG MENYEJUKKAN PIKIRAN.
“Neng,
kamu sangat cantik hari ini. Tidak, maksudku setiap harinya kau selalu cantik
dan kali ini kau benar-benar sangat cantik lain dari biasanya”. Ku dengar
rayuan maut dari mulut lelaki yang sebentar lagi menjadi suamiku.
“Ahh,
Aa’ bisa saja.” Jawabku waktu itu dengan sedikit malu-malu.
“Sebentar
lagi neng akan menjadi seseorang yang akan mengisi hari-hari, Aa’. Dan Aa’ akan
menjadi teman hidup neng. Aa’ sangat senang dan tidak sabar menunggu waktu itu
tiba.” Ujar Aa’ Hadi menyatakan perasaannya tentang pernikahan kami nantinya.
“Iya
Aa’, nantinya Hayati akan menjadi pendamping Aa’.” Kata ku.
Selanjutnya Aa’ Hadi terus merayu-rayuku. Aa’
Hadi, sosok laki-laki yang tampan, mapan pasti dan bermulut manis, dia selalu
membelikanku apapun yang aku mau. Sebentar lagi dia akan mempersuntingku
menjadikan aku istri dan segera menikahiku.
DUA BULAN BERLALU, TIBALAH
DIMANA HARI PERNIKAHAN SAYA DENGAN HADI. DI ALTAR PERNIKAHAN DENGAN BUNGA-BUNGA
YANG INDAH DAN IJAB QABUL TERLANTUNKAN, JANJI SEHIDUP-SEMATI TELAH TERUCAPKAN,
SAYA AKHIRNYA RESMI MENJADI ISTRI HADI.
Ratusan
ucapan selamat dari tamu undangan yang hadir turut menjadi saksi. Kini aku
sudah tidak sendiri lagi, dan tidak sebebas dulu lagi. Kini ada tanggung jawab
baru yang harus aku laksanakan.
Ku
bayangkan akan seperti apa kira-kira malam pertamaku nanti dengan Aa’ Hadi.
Pikiranku liar, dan aku senyam-senyum sendiri.
DI DALAM RUANG 7X5
METER DENGAN HIASAN BUNGA-BUNGA DI SEPANJANG DINDING, KLABMU PUTIH PANJANG
DIATAS RANJANG.
Aa’Hadi
merayuku, dia membelai rambut panjangku. Aku tersenyum sendiri, geli
merasakannya.
“Kamu
sudah siap neng?.” Tanya Aa Hadi dengan sedikit merayuku waktu itu
Ahhh
pikirku liar kesana-kemari, geli rasanya, tubuhku gemetar sepanjang malam.
“Iya
Aa’” jawabku dengan malu-malu.
Jangan
kalian membayangkan apa yang terjadi pada kami malam itu. Pasti imajinasi
kalian tidak akan sampai.
SETELAH SAYA RESMI
MEJADI SEORANG ISTRI BISA DIBILANG SAYA JUSTRU TINGGAL DI GUBUK, ATAU SAYA SEBUT
INI JERUJI BESI. NAMUN JERUJI INI
TIDAKLAH KUMUH SEPERTI YANG KALIAN BAYANGKAN, JERUJI INI TIDAK DILAPISI BESI JUGA
TIDAK SEMPIT, GADIS-GADIS DI DESAKU SAJA
MENGATAKAN GUBUK INI TEMPAT TINGGAL IDAMAN MEREKA. LUAS GUBUK INI SANGAT LUAS.
BESAR MEMANG GUBUK INI, GUBUK TERMEWAH DAN TERMEGAH DARI SEKITARNYA. GUBUK
MILIK KETURUNAN SATU-SATUNYA DARI LURAH DI DESA KAMI.
“Kalian
pasti bertanya-tanya bukan? Hidup di istana tapi serasa penjara, bagaimana bisa
kau ini Hayati. Aku saja yang kurang bersyukur atau kalian yang tidak
mengerti?”
Hayati
Hayatiiiii hahahahaha... menyedihkan sekali nasibmu. Aku sendiri cekikikan
menertawakan kesedihan cerita hidupku yang baru saja dimulai.
JIKA KALIAN AMATI NASIB
SAYA SEKARANG INI MUNGKIN YANG MUNCUL PERTAMA KALI DIFIKIRAN KALIAN SAYA ADALAH
GADIS PALING BERUNTUNG DAN BAHAGIA. APAPUN YANG KELUAR DARI MULUT SAYA SEMUA
TERKABULKAN KARENA SAYA HIDUP DI GUBUK PALING MEGAH DI DESA.
Seorang
kembang desa. kalian pasti bisa membayangkan betapa cantiknya saya. ketika saya masih gadis, dia mengejar-ngejar
saya, sampai berkata bahwa luasnya bumi akan dikelilinginya demi membuktikan
rasa cintanya kepada saya. “Hahahaha” bualan! Omong kosong!
Sang
penguasa, bolehkah saya jujur. Kalo boleh, saya ingin memutar-mutar waktu.
Tenang, tidak banyak waktu yang ingin saya putar, saya tidak meminta untuk
memutar sepuluh tahun kebelakang, cukup lima tahun saja agar saya bisa merubah
nasib malang saya ini.
SETIAP PUKUL 07.00 WIB.
IA TELAH SELESAI MENYIAPKAN HIDANGAN SARAPAN UNTUK SUAMINYA. BUKAN, DIA BUKAN
SUAMI, JIKA BENAR SUAMI, IA TIDAK AKAN SEBUAS SRIGALA HUTAN YANG TENGAH
KELAPARAN KARENA SEMINGGU TIDAK MAKAN DAGING RUSA. NASI LENGKAP DENGAN SAYUR,
LAUK SERTA SAMBAL, BUAH-BUAHAN EMPAT MACAM DAN SEGELAS TEH HANGAT JUGA SUSU
TERSAJI DI MEJA MAKAN.
Coba
kalian amati saya baik-baik! Apa kurangnya saya? Seluruh Jejaka-jejaka desa
jatuh hati ketika melihat saya, tak ada satu mata dari mereka yang tidak
mengamati saya. Memang pendidikan saya sarjana S1. Tapi cukup tinggi jika itu
di desa kami. Memang pendidikan saya masih kalah tingkat dengan suami saya yang
S2 dan kini tengah menempuh pendidikan S3 di Kota. Bagi orang kecil yang hidup
di desa seperti kami, lulusan SMA saja sudah menjadi hal yang dianggap langka.
Kalian bisa bayangkan sekaya dan sedihormati apa suami saya oleh masyarakat
desa. Apalagi yang patut diperhitungkan jika kalian dilamar laki-laki
berpendidikan tinggi juga sangat mapan seperti suami saya? Tentu kalian
langsung menerimanya bukan?
KITA LANJUTANNYA PAGI
TADI ITU ADALAH DENGAN SUASANA 14 JAM SETELAH ITU. KIRA-KIRA SAAT-SAAT
TERINDAH. IYA ITU SUDAH MALAM HARI PUKUL 21.00 WIB, MALAM JUMAT. IA MASUK KE
KAMAR.
Asyik
bukan malam jumat itu bagi pasangan suami istri untuk bermadu kasih. Tapi saya
rasa tidak hanya setiap malam jumat saja saya dituntuk untuk melayani suami
saya. HAHAHAHA, kalian tidak tau betapa buasnya suami saya, anak kepala desa
dengan pendidikan tinggi tetapi tidak bermoral. Andai kalian tahu, saya kerap
dipukulinya, bahkan hampir setiap harinya tongkat sapu mendarat dipunggung
saya, ketika saya sesekali menolak untuk melayaninya karena saya sedang
kecapekan dan lemah tak berdaya.
“Sakittttttt,
perih a’”. Saya menangis loh
“Dimana
perikemanusiaanmu Aa’?”.
“Ini
tidak bisa terus dibiarkan terlalu lama, bisa-bisa nanti dia akan membunuhku
jika aku sudah tak semenarik dulu lagi”.
Apa
yang saya katakan, itulah ketakutan saya. Baru saja saya mengatakan demikian,
benar adanya. Aa’ Hadi ternyata memiliki simpanan perawan yang baru tamat SMP 5
tahun lalu. “Tidakkkk! Dia sudah tidak perawan, tiap hari saja suami saya
bermalam dirumahnya, tapi saya diam, bukan karena tidak tahu. Tapi saya sedang
merencanakan suatu rencana untuk menangkap basah mereka dan menjebloskannya
kedalam jeruji besi, atau bahkan keliang kubur sekalian.” Biadap!.” Kataku.
MENGHERANKAN SEKALI ADA
KEMBANG DESA YANG MASIH SAJA DISELINGKUHI. DIA PUN BERPENDIDIKAN TINGGI,
WALAUPUN KINI DUA TINGKAT DI BAWAH SANG SUAMI. MENYESALLAH KEMBANG DESA ANAK
SEKRETARIS DESA YANG DIJODOHKAN DENGAN ANAK KEPALA DESA INI.
Ahh,
Aa’ dimana kah engkau? Jika pulang akan ku sayati tubuhmu dengan tubuhku.
Hahaha. Kalian jangan berfikiran yang bukan-bukan.
Dimana
kau Aa’, apa kau tidak merindukan aroma tubuhku?
Mata
ku lelah begadang setiap malam, air mata selalu menghiasi hari-hariku. Aku ini
kembang desa tapi serasa tak berharga dipandangnya. Ingin sekali rasanya aku
pulang kerumah orang tuaku. Tiap malamnya aku merenung.
KETUKAN PADA PINTU
DEPAN YANG AMAT KERAS.
Sebentar,
Aa’. Kau hari ini pulang. (Tapi tidak terdengar jawaban dari depan pintu).
“Bagaimana pula kau ini, di tanya tidak menjawab?”, tanyaku didepan pintu.
Tiba-tiba
terasa ada wanita yang tengah berjalan dari belakang dan menepuk bahuku. Mbok
Darmi. Kataku. Dia bertanya apa yang aku lakukan malam-malam begini, akupun
mengatakan bahwa malam ini Aa’ Hadi pulang dan tengah meminta jatah bermalam
dengan ku. nampaknya ucapku membuat mbok Darmi bingung dan membisu.
“Neng,
Aa’ Hadi sudah meninggal. Bukankah kau tahu kalau Tuan meninggal dua hari lalu
akibat meminum susu kadaluarsa.” Ujar mbok Darmi kepadaku.
“Hahahaha...
apa kau bilang wanita tua?, dia tidak mungkin mati, jika mati siapa yang akan
menyiksaku setiap harinya? Siapa yang akan memaksaku bercinta setiap malamnya?
Kau mengada-ngada.” Jawabku dengan sedikit tertawa.
Namun
setelahnya tidak pernah ku temukan jawaban dari pertanyaanku yang terakhir.