Sabtu, 28 April 2018

Monolog

SAYU KEMBANG LAYU
Karya Lisa Dwi Rahmawati

BERATAPKAN LANGIT, DI RUANG TAK BERDINDING DENGAN ALAS TANAH DENGAN SEDIKIT BUNGA-BUNGA IKUT MENGHIASI. SAYA DUDUK DIATAS BANGKU KAYU, DENGAN PEMANDANGAN ORANG-ORANG RIWA-RIWI KESANA-KEMARI. RUANG INI SANGAT LUAS, KADANG MENJADI TEMPAT DUA ORANG MUDA-MUDI BERKENCAN ATAU SEKEDAR TEMPAT ORANG-ORANG MENYEJUKKAN PIKIRAN.
“Neng, kamu sangat cantik hari ini. Tidak, maksudku setiap harinya kau selalu cantik dan kali ini kau benar-benar sangat cantik lain dari biasanya”. Ku dengar rayuan maut dari mulut lelaki yang sebentar lagi menjadi suamiku.
“Ahh, Aa’ bisa saja.” Jawabku waktu itu dengan sedikit malu-malu.
“Sebentar lagi neng akan menjadi seseorang yang akan mengisi hari-hari, Aa’. Dan Aa’ akan menjadi teman hidup neng. Aa’ sangat senang dan tidak sabar menunggu waktu itu tiba.” Ujar Aa’ Hadi menyatakan perasaannya tentang pernikahan kami nantinya.
“Iya Aa’, nantinya Hayati akan menjadi pendamping Aa’.” Kata ku.
 Selanjutnya Aa’ Hadi terus merayu-rayuku. Aa’ Hadi, sosok laki-laki yang tampan, mapan pasti dan bermulut manis, dia selalu membelikanku apapun yang aku mau. Sebentar lagi dia akan mempersuntingku menjadikan aku istri dan segera menikahiku.
DUA BULAN BERLALU, TIBALAH DIMANA HARI PERNIKAHAN SAYA DENGAN HADI. DI ALTAR PERNIKAHAN DENGAN BUNGA-BUNGA YANG INDAH DAN IJAB QABUL TERLANTUNKAN, JANJI SEHIDUP-SEMATI TELAH TERUCAPKAN, SAYA AKHIRNYA RESMI MENJADI ISTRI HADI.
Ratusan ucapan selamat dari tamu undangan yang hadir turut menjadi saksi. Kini aku sudah tidak sendiri lagi, dan tidak sebebas dulu lagi. Kini ada tanggung jawab baru yang harus aku laksanakan.
Ku bayangkan akan seperti apa kira-kira malam pertamaku nanti dengan Aa’ Hadi. Pikiranku liar, dan aku senyam-senyum sendiri.
DI DALAM RUANG 7X5 METER DENGAN HIASAN BUNGA-BUNGA DI SEPANJANG DINDING, KLABMU PUTIH PANJANG DIATAS RANJANG.
Aa’Hadi merayuku, dia membelai rambut panjangku. Aku tersenyum sendiri, geli merasakannya.
“Kamu sudah siap neng?.” Tanya Aa Hadi dengan sedikit merayuku waktu itu
Ahhh pikirku liar kesana-kemari, geli rasanya, tubuhku gemetar sepanjang malam.
“Iya Aa’” jawabku dengan malu-malu.  
Jangan kalian membayangkan apa yang terjadi pada kami malam itu. Pasti imajinasi kalian tidak akan sampai.
SETELAH SAYA RESMI MEJADI SEORANG ISTRI BISA DIBILANG SAYA JUSTRU TINGGAL DI GUBUK, ATAU SAYA SEBUT INI  JERUJI BESI. NAMUN JERUJI INI TIDAKLAH KUMUH SEPERTI YANG KALIAN BAYANGKAN, JERUJI INI TIDAK DILAPISI BESI JUGA TIDAK SEMPIT,  GADIS-GADIS DI DESAKU SAJA MENGATAKAN GUBUK INI TEMPAT TINGGAL IDAMAN MEREKA. LUAS GUBUK INI SANGAT LUAS. BESAR MEMANG GUBUK INI, GUBUK TERMEWAH DAN TERMEGAH DARI SEKITARNYA. GUBUK MILIK KETURUNAN SATU-SATUNYA DARI LURAH DI DESA KAMI.
“Kalian pasti bertanya-tanya bukan? Hidup di istana tapi serasa penjara, bagaimana bisa kau ini Hayati. Aku saja yang kurang bersyukur atau kalian yang tidak mengerti?”
Hayati Hayatiiiii hahahahaha... menyedihkan sekali nasibmu. Aku sendiri cekikikan menertawakan kesedihan cerita hidupku yang baru saja dimulai.
JIKA KALIAN AMATI NASIB SAYA SEKARANG INI MUNGKIN YANG MUNCUL PERTAMA KALI DIFIKIRAN KALIAN SAYA ADALAH GADIS PALING BERUNTUNG DAN BAHAGIA. APAPUN YANG KELUAR DARI MULUT SAYA SEMUA TERKABULKAN KARENA SAYA HIDUP DI GUBUK PALING MEGAH DI DESA.
Seorang kembang desa. kalian pasti bisa membayangkan betapa cantiknya saya.  ketika saya masih gadis, dia mengejar-ngejar saya, sampai berkata bahwa luasnya bumi akan dikelilinginya demi membuktikan rasa cintanya kepada saya. “Hahahaha” bualan! Omong kosong!
Sang penguasa, bolehkah saya jujur. Kalo boleh, saya ingin memutar-mutar waktu. Tenang, tidak banyak waktu yang ingin saya putar, saya tidak meminta untuk memutar sepuluh tahun kebelakang, cukup lima tahun saja agar saya bisa merubah nasib malang saya ini.
SETIAP PUKUL 07.00 WIB. IA TELAH SELESAI MENYIAPKAN HIDANGAN SARAPAN UNTUK SUAMINYA. BUKAN, DIA BUKAN SUAMI, JIKA BENAR SUAMI, IA TIDAK AKAN SEBUAS SRIGALA HUTAN YANG TENGAH KELAPARAN KARENA SEMINGGU TIDAK MAKAN DAGING RUSA. NASI LENGKAP DENGAN SAYUR, LAUK SERTA SAMBAL, BUAH-BUAHAN EMPAT MACAM DAN SEGELAS TEH HANGAT JUGA SUSU TERSAJI DI MEJA MAKAN.
Coba kalian amati saya baik-baik! Apa kurangnya saya? Seluruh Jejaka-jejaka desa jatuh hati ketika melihat saya, tak ada satu mata dari mereka yang tidak mengamati saya. Memang pendidikan saya sarjana S1. Tapi cukup tinggi jika itu di desa kami. Memang pendidikan saya masih kalah tingkat dengan suami saya yang S2 dan kini tengah menempuh pendidikan S3 di Kota. Bagi orang kecil yang hidup di desa seperti kami, lulusan SMA saja sudah menjadi hal yang dianggap langka. Kalian bisa bayangkan sekaya dan sedihormati apa suami saya oleh masyarakat desa. Apalagi yang patut diperhitungkan jika kalian dilamar laki-laki berpendidikan tinggi juga sangat mapan seperti suami saya? Tentu kalian langsung menerimanya bukan?
KITA LANJUTANNYA PAGI TADI ITU ADALAH DENGAN SUASANA 14 JAM SETELAH ITU. KIRA-KIRA SAAT-SAAT TERINDAH. IYA ITU SUDAH MALAM HARI PUKUL 21.00 WIB, MALAM JUMAT. IA MASUK KE KAMAR.
Asyik bukan malam jumat itu bagi pasangan suami istri untuk bermadu kasih. Tapi saya rasa tidak hanya setiap malam jumat saja saya dituntuk untuk melayani suami saya. HAHAHAHA, kalian tidak tau betapa buasnya suami saya, anak kepala desa dengan pendidikan tinggi tetapi tidak bermoral. Andai kalian tahu, saya kerap dipukulinya, bahkan hampir setiap harinya tongkat sapu mendarat dipunggung saya, ketika saya sesekali menolak untuk melayaninya karena saya sedang kecapekan dan lemah tak berdaya.
“Sakittttttt, perih a’”. Saya menangis loh
“Dimana perikemanusiaanmu Aa’?”.
“Ini tidak bisa terus dibiarkan terlalu lama, bisa-bisa nanti dia akan membunuhku jika aku sudah tak semenarik dulu lagi”.
Apa yang saya katakan, itulah ketakutan saya. Baru saja saya mengatakan demikian, benar adanya. Aa’ Hadi ternyata memiliki simpanan perawan yang baru tamat SMP 5 tahun lalu. “Tidakkkk! Dia sudah tidak perawan, tiap hari saja suami saya bermalam dirumahnya, tapi saya diam, bukan karena tidak tahu. Tapi saya sedang merencanakan suatu rencana untuk menangkap basah mereka dan menjebloskannya kedalam jeruji besi, atau bahkan keliang kubur sekalian.” Biadap!.” Kataku.
MENGHERANKAN SEKALI ADA KEMBANG DESA YANG MASIH SAJA DISELINGKUHI. DIA PUN BERPENDIDIKAN TINGGI, WALAUPUN KINI DUA TINGKAT DI BAWAH SANG SUAMI. MENYESALLAH KEMBANG DESA ANAK SEKRETARIS DESA YANG DIJODOHKAN DENGAN ANAK KEPALA DESA INI.
Ahh, Aa’ dimana kah engkau? Jika pulang akan ku sayati tubuhmu dengan tubuhku. Hahaha. Kalian jangan berfikiran yang bukan-bukan.
Dimana kau Aa’, apa kau tidak merindukan aroma tubuhku?
Mata ku lelah begadang setiap malam, air mata selalu menghiasi hari-hariku. Aku ini kembang desa tapi serasa tak berharga dipandangnya. Ingin sekali rasanya aku pulang kerumah orang tuaku. Tiap malamnya aku merenung.
KETUKAN PADA PINTU DEPAN YANG AMAT KERAS.
Sebentar, Aa’. Kau hari ini pulang. (Tapi tidak terdengar jawaban dari depan pintu). “Bagaimana pula kau ini, di tanya tidak menjawab?”, tanyaku didepan pintu.
Tiba-tiba terasa ada wanita yang tengah berjalan dari belakang dan menepuk bahuku. Mbok Darmi. Kataku. Dia bertanya apa yang aku lakukan malam-malam begini, akupun mengatakan bahwa malam ini Aa’ Hadi pulang dan tengah meminta jatah bermalam dengan ku. nampaknya ucapku membuat mbok Darmi bingung dan membisu.
“Neng, Aa’ Hadi sudah meninggal. Bukankah kau tahu kalau Tuan meninggal dua hari lalu akibat meminum susu kadaluarsa.” Ujar mbok Darmi kepadaku.
“Hahahaha... apa kau bilang wanita tua?, dia tidak mungkin mati, jika mati siapa yang akan menyiksaku setiap harinya? Siapa yang akan memaksaku bercinta setiap malamnya? Kau mengada-ngada.” Jawabku dengan sedikit tertawa.
Namun setelahnya tidak pernah ku temukan jawaban dari pertanyaanku yang terakhir.


Senin, 02 April 2018

Mengulas Cerpen


Nama   : Lisa Dwi Rahmawati
NPM   : 16410106
Kelas   : 4C PBSI

Memberikan Ulasan tentang Cerpen “Gadis Kecil Beralis Tebal Bermata Cemerlang”
Karya A Mustofa Bisri

Cerpen yang berjudul Gadis Kecil Beralis Tebal Bermata Cemerlang ini adalah karya dari A Mustofa Bisri. Yang bercerita mengenai pertemuan antara tokoh yang satu dengan temannya. Tokoh Aku bertempat tinggal di kota S hendak mengunjungi temannya yang bernama Sahlan yang tinggal di kota J. Pada saat Tokoh Aku tengah berada di stasiun, ia melihat seorang gading kecil yang memiliki alis tebal dan bermata cemerlang yang terus memandanginya. Sesampainya di rumah temannya, tokoh Aku ini menceritakan kejadian tokoh Aku yang sedari tadi dipandangi oleh seseorang gadis beralis tebal bermata cemerlang. “Ketika pertama kali aku melihatnya, aku sudah bertanya tanya dalam hati. Aku melihatnya dari jendela kereta api menjelang keberangkatanku dari stasiun S menuju kota J. Seorang gadis cilik beralis tebal berdiri sendirian di peron, memandangiku.”
Setibanya di rumah teman tokoh Aku,teman tokoh Aku mempersilahkan tokoh Aku untuk mandi dan masuk kedalam kamar tamu yang telah disediakan, saat hendak mandi laki-laki ini mendengar seorang gadis menyanyikan lagu india, lalu ia bertanya kepada temannya, tetapi temannya menjawab bahwa suara itu adalah suara adik perempuannya. Saat berada di stasiun tokoh Aku ini melihat gadis kecil yang memiliki ciri-ciri seperti ciri-ciri dari adik perempuan temannya ini. Setelah selesai mandi temannya mengajaknya untuk makan bersama, setelah mereka berkumpul di meja makan, Nampak wanita disamping laki-laki teman tokoh Aku ini, ia memiliki ciri-ciri yang sama yang tergambar dari gadis kecil beralis tebal bermata cemerlang yang senang menyanyi lagu india ini yang dilihatnya di stasiun. Fikir tokoh Aku, gadis ini benar adik dari temannya, dan ia sangat kaget ketika ternyata gadis kecil beralis tebal bermata cemerlang ini adalah istri dari Sahlan yang bernama Shakila. Tokoh Aku pun kemudian merasa telah dibohongi oleh Sahlan, yang mengatakan bahwa itu adalah adik perempuannya dan ternyata adalah istrinya.
Cerpen A Mustofa Bisri yang berjudul Gadis Kecil Beralis Tebal Bermata Cemerlang ini terdapat tiga tokoh utama yang langsung diceritakan oleh si pengarang, yaitu tokoh Aku, Sahlan dan Shakila. Tokoh Aku merupakan tokoh utama yang sengaja dalam cerpen dinamai Aku, aku disini langsung mengambarkan tokoh yang bercerita atau yang tengah menceritakan kejadian dalam cerita. Yang kedua adalah tokoh Sahlan, Sahlan merupakan tokoh kedua yang didalam cerita merupakan teman dari tokoh Aku yang digambarkan secara langsung oleh pengarang dengan memberi nama Sahlan. Selanjutnya adalah tokoh Shakila, Shakila adalah istri dari tokoh Sahlan atau istri dari teman tokoh Aku yang memiliki alis tebal dan mata cemerlang serta suka menyanyikan lagu India.
“Ketika pertama kali aku melihatnya, aku sudah bertanya tanya dalam hati. Aku melihatnya dari jendela kereta api menjelang keberangkatanku dari stasiun S menuju kota J. Seorang gadis cilik beralis tebal berdiri sendirian di peron, memandangiku. Semula aku kira dia sedang mengantar dan ingin melambai seseorang lain orangtuanya atau saudaranya atau siapa. Tapi kulihat matanya yang cemerlang tertuju langsung kepadaku dan hanya kepadaku. Saya membayangkan atau mengharapkan dia tersenyum. Bila tersenyum, pasti akan semakin indah bibir mungil itu. Tapi dia sama sekali tidak tersenyum. Hanya pandangannya saja yang tidak terlepas dari diriku. Aku sama sekali tidak bisa menafsirkan atau sekadar menerka nerka kehadiran dan pandangannya. Wajah manis itu tidak mengekspresikan apa-apa.” Isi dari paragraf pertama dalam cerpen Gadis Kecil Beralis Tebal Bermata Cemerlang ini menggambarkan tentang pertemuan tokoh Aku dengan seorang gadis kecil yang memiliki alis tebal serta matanya terlihat cemerlang yang memandanginya terus-menerus selama tokoh Aku berada di stasiun.
A Mustofa Bisri dalam cerpennya ini menceritakan tentang pertemanan antara tokoh Aku dengan temannya yang bernama Sahlan dan kisah cinta mereka berdua dengan wanita yang ternyata mereka cintai bersama. Tetapi disini, pengarang tidak langsung menceritakan cinta segitiga tetapi melalui alur dan isi cerita dari cerpen menurut pendapat saya, cerpen ini bberisikan kisah cinta segitiga yang tidak diketahui sebelumnya oleh tokoh-tokoh dalam cerita tersebut.
“Kok sepi? Kau sendiri ya?!” tanyaku ketika dia mengantarku ke kamar mandinya.
“Ya, bapak dan ibu sedang mudik ke M. Aku sendirian dengan adikku, jaga rumah.”
Dari kutipan diatas, Nampak bahwa tokoh Sahlan ini mengatakan kepada tokoh Aku tentang istrinya itu sebagai adiknya, sehingga membuat tokoh Aku berfikir bahwa yang dimaksud adik adalah adik kandung. Ternyata semua hanyalah kata kiasan, adik yang dimaksud adalah istri.
“O ya, kenalkan dulu, ini Shakila,” katanya sambil melirik perempuan bermata cemerlang di sampingnya, “Adikku. Adik ketemu gede, ha-ha. Istriku tercinta!” Deg. Ada sesuatu seperti memalu dadaku. Ternyata istrinya. Asem, kau Sahlan, batinku.
Dari salah satu kutipan diatas ini, membuktikan bahwa Sahlan mengiaskan istrinya dengan kata adik  perempuan. Mungkin untuk di daerah Jawa atau di daerah tertentu pasangan suami istri itu mengibaratkan seperti kakak dan adik,  
Hikmah dan pelajaran yang dapat diambil dari cerpen ini adalah bahwa sesuatu itu bisa saja terjadi, dan jangan mudah menyimpulkan sesuatu. Cerpen ini menggunakan bahasa yang lugas namun diselingi bahasa kiasan. Bagus dan cukup enarik untuk dibaca.



Senin, 25 Desember 2017

UAS SBM Kelas 3C Tahun Ajaran 2017/2018

Bapak, Saya Lisa Dwi Rahmawati, NPM 16410106, Kelas 3C PBSI. Berikut ini saya lampirkan hasil pengerjaan UAS saya, silahkan klik link di bawah ini :
http://bit.ly/2BS1KqY 

Jumat, 24 November 2017

Tugas UTS SBM

Berikut ini merupakan jawaban UTS mata kuliah Sumber Belajar dan Media Pembelajaran UTS_PBSI_3C

Minggu, 02 Juli 2017

Bangga Menjadi Anak Bahasa dan Sastra Indonesia




Jangan pernah minder jadi anak “Bahasa dan Sastra Indonesia” πŸ‘Š. Kalimat tersebutlah yang selalu saya jadikan prinsip ketika bertemu dengan teman mahasiswa saya yang berbeda jurusan. Terkadang orang-orang menganggap bahwa jurusan Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia (PBSI) adalah jurusan  yang menjadi pilihan terakhir ketika tidak memenuhi kriteria jurusan lain, tak terkecuali banyak kerabat, teman, keluarga saya yang menanyakan “Masuk jurusan apa?” dan ketika saya menjawab “Jurusan Pendidikan  Bahasa dan Sastra Indonesia” mereka tak sedikit yang menganggap bahwa “Jurusan Bahasa tidak perlu belajar, karena mudah dan semua orang  bisa masuk dijurusan itu”, disini banyak yang meremehkan anak bahasa.. Tetapi faktanya itu semua TIDAK BENAR, jurusan bahasa bukanlah jurusan yang bisa dianggap sebelah mata, jika banyak orang beranggapan bahasa Indonesia itu mudah, mereka salah. Jurusan bahasa dan sastra Indonesia mempelajari tak hanya bahasa dan sastra saja, tetapi didalamnya dipelajari dari dasar-dasar dalam berbahasa, yaitu seperti fonologi, linguistic, menyimak, berbicara, menulis dan masih banyak lagi.

Bahasa berprinsip pada ilmu yang memiliki jawaban tidak pasti, tidak pasti disini bukan berarti bahasa itu bukan ilmu penting atau bahasa itu ilmu yang memiliki jawaban bisa dengan mudah dianggap remeh. Bahasa mempunyai pilihan jawaban yang beranekaragam, bahasa itu indah, bukan ilmu pasti, perlu kecerdasan tersendiri untuk menggunakannya. Berbeda dengan fisika atau matematika yang memiliki jawaban pasti terhadap semua pertanyaannya, sehingga dengan mudah mengerjakannya jika menguasai rumus-rumusnya.πŸ˜‰

Beralih dari opini tersebut, anak Bahasa dan Sastra Indonesia memiliki kelebihan dan keunikan tersendiri dibanding jurusan lainnya. Karena sastra bukan ilmu pasti, mahasiswa sastra terdidik jadi pribadi yang luwes dan berfikir terbuka. anak sastra tidak perlu berhafal rumus yang rumit seperti anak matematika ataupun fisika, karena sastra itu berpandangan relatif, misalnya frasa "kupu-kupu malam" bisa berarti kupu-kupu yang muncul pada malam hari, bisa juga berarti wanita malam. Karena didalam bahasa dipelajari majas dan perumpamaan. Selain itu, anak sastra adalah orang-orang unik yang mampu menikmati hidup dengan caranya sendiri. Gimana gak unik? kalau mereka saja bisa membaca novel diatas genteng atau dimanapun, dan mampu menciptakan karya sastra. Kelebihan yang lainnya, ilmu sastra yang luas menjadikan anak sastra tak akan kehabisan cerita, karena anak sastra kreatif dan haus berkarya. Selain itu, mereka puitis dan romantis (soal PDKT anak sastra jagonyaπŸ˜‰πŸ˜‰πŸ˜‰ hehehe). Masalah masa depan pun anak Bahasa dan Sastra Indonesia tidak bisa diremehkan, karena mereka merupakan calon ahli sastra, mereka bisa menjadi pendidik, penulis, penyair, sastrawan, dan masih banyak lagi. Jadi mulai sekarang jangan pernah meremehkan dan minder dengan jurusan Bahasa dan Sastra Indonesia.πŸ‘Œ 
- (Oleh: Lisa Dwi Rahmawati)





Jumat, 28 April 2017

Puisi (Karya: Lisa Dwi Rahmawati)



Selamat Memperingati Hari Puisi Nasional
Menulislah! 
Berkaryalah!

Kepadamu, Tuan
LDR

Sudahkah kau anggap semua indah negeri subur ini, Tuan
Ataukah indah hanya kata kiasan
Kau pernah melihat kami, Tuan?
Tidak pernah bukan?
Aku rindu pertama kau kenalkan janji manismu

Sudahkah kau anggap semua sejalan, Tuan
Panas, dan hujan di bumi pertiwi
Bukankah kita bersama merasakan
Tapi mengapa kaca kau biarkan hitam
Sengsara kau biarkan begitu saja

Sudahkah kau rasa semua adil, Tuan
Jika hukum hanya formalitas semata
Lebih baik sudahi saja semua drama
Dan apalah gunanya kedua telinga
Apabila telinga hanya menampung satu suara

Kepadamu aku tak ingin seperti ini, Tuan
Bukan ini, bukan ini yang ingin ku utarakan
Aku hanya ingin negeri  kita baik-baik saja
Kebersamaan yang  bukan hanya sebuah pencitraan
Bersama yang berarti mengokohkan
Saling menuntun, bukan saling menjatuhkan
                                    (Semarang, 27 April 2017)